evakuasi kebakaran

11 11 2009

Kriiiiiiiiiiiiiiiiiiiing!!

Suara alarm kebakaran berdering. Semua orang yang berada di dalam ruangan kantor ribut. Bukan karena kebakaran. Justru tak satupun mendengar alarm tersebut. Semua sibuk dengan urusan masing-masing. Gw pun sibuk dengan urusan gw sendiri. Sok sibuk sebenarnya. Sampai akhirnya ada juga satu orang sadar akan adanya suara alarm.

“Eh bunyi apa itu?”

“Ha? Oh iya.”

“Kebakaran ya?”

“Kebakaran atau latian?”

“Latian kok!”

Di saat gw bingung harus ngapain, datanglah sekelompok orang berseragam yang masuk dengan heboh. Dengan wajah serius ia berkata dengan nada panik.

“Semua harus turun ke bawah! Ada kebakaran.”

“Beneran, Pak?”

“Iya ada kebakaran di lantai 9.”

“Bukan latihan, Pak?”

“Beneran, Bu! Ada kebakaran di lantai 9.”

Setelah diyakinkan oleh sekelompok orang berseragam itu, salah satu orang kantor masuk ke dalam ruangan untuk memberitahu kalau kebakaran itu benar adanya. Bukan latihan. Tapi salah satu orang kantor berkata lain.

“Itu latihan kok!”

“Beneran, bu?”

“Iya.”

“Jadi gimana? Harus turun?”

“Nggak usah! Tutup pintu aja biar nggak disuruh turun.”

“Tapi katanya kebakaran beneran.”

“Enggak! Ada kok suratnya. Coba pak cari suratnya. Emang cuma ditujukan ke chairman aja.”

“Emang ada, bu?”

“Ada! Coba dicari cepet dicari.”

Suasan di dalam ruangan menjadi lebih heboh lagi. Ada yang sibuk mencari surat, ada sibuk membereskan barang, ada yang sibuk nanya-nanya, ada yang ketawa geli, ada yang bingun mau ngapain, ada yang sibuk meeting, dan ada yang tetap sibuk dengan urusannya kantor. Gw? Gw menatap orang-orang dengan heran sambil senyum-senyum.

“Jadi gimana nih? Harus turun nih? Pake panik ga?”

“Mana suratnya? Ayo cepet dicari! Ketemu nggak?”

“Yauda deh gw turun aja.”

“Loh? Mau kemana? Kok dibawa semua?”

“Kan mau evakuasi.”

Sekelompok orang berseragam itu datang lagi. Kali ini lebih banyak.

“Turun lewat tangga ya!”

“Haaaa? Lewat tangga?”

“Ini lantai 10 eeeeeh.”

“Beneran atau latian sih pak?”

“Bener, Bu! Ada kebakaran di lantai 10.”

“Trus perlu bawa tas nggak?

“Nggak usah! Tinggal aja tasnya.”

“Eeeeeeeeh..”

Semua orang kantor akhirnya percaya kalau evakuasi itu cuma latihan. Akhirnya semua memutuskan untuk tetap berada di ruangan. Kecuali..

“Ah gw turun aja ah! Sapa tau beneran!”

“Iya ah turun aja.”

Dan gw mengambil tas.

“Ikut turun aaaaaaaah! Seruuuuuu! Hihihhihhi..”

(Bersambung)





tanggal cantik

17 09 2009

090909

pada tanggal itu..

nama akunya menjadi Vania Cindy Mathilda, ST

alhamdulillah.. menjadi ST26 sesuai NIM 13405026 di tanggal yang cantik ini..





when i think, when i feel

17 09 2009

The truth is..

I don’t want you

I just don’t want to be alone





once upon a dream

7 08 2009

I know you
I walked with you once upon a dream
I know you
The gleam in your eyes is so familiar a gleam
Yes, I know it’s true
That visions are seldom all they seem
But if I know you,
I know what you’ll do
You’ll love me at once
The way you did once upon a dream

Once upon a time
I dreamed we’d be together in love forever
Once upon a time
I was wihsin’ for a never
A never ending
Once upon a time
Once upon a night
Once upon a wish
Once upon a dream

I know you
I danced with you once upon a night
There we were wishing this dance would last forever
All the time I hope it’s true
This vision is more than what it seems
Cause if dreams come true
I know what we’ll do
We’ll dance once again
The way that we did then upon a dream





hey girls!

21 07 2009

love you, girl!





i’m not alone

15 07 2009

i'm not alone





i love him, i love him not, …

26 06 2009

aaaaaaah! Bagus niiiih..

(dari milis)

In a brief conversation, a man asked a woman a question: “What kind of man
are you looking for?”

She sat quietly for a moment before looking him in the eye & asking, ‘Do you
really want to know?’ Reluctantly, he said, “Yes.”

She began to expound “As a woman in this day & age, I am in a position to
ask a man what he can do for me that I can’t do for myself? I pay my own
bills. I take care of my household without the help of any man”

I am in the position to ask, ‘What can you bring to the table?’”

The man looked at her. Clearly he thought that she was referring to money.
She quickly corrected his thought & stated, “I am not referring to money. I
need something more.

I need a man who is striving for excellence in every aspect of life.”
He sat back in his chair, folded his arms, & asked her to explain.

She said, “I need someone who is striving for excellence mentally because I
need conversation & mental stimulation. I don’t need a simple-minded man.

I need someone who is striving for excellence spiritually because I don’t
need to be unequally yoked… believers mixed with unbelievers is a recipe
for disaster.

I need a man who is striving for excellence financially because I don’t need
a financial burden.

I need someone who is sensitive enough to understand what I go through as a
woman, but also strong enough to keep me grounded.

I need someone who has integrity in dealing with relationships. Lies and
game-playing are not my idea of a strong man.

I need a man who is family-oriented. One who can be the leader and provider
to the lives entrusted to him by God.

I need someone whom I can respect. In order to be submissive, I must respect
him. I cannot be submissive to a man who isn’t taking care of his business. I
have no problem being submissive… he just has to be worthy.

And by the way, I am not looking for him… He will find me. He will
recognize himself in me. He may not be able to explain the connection, but
he will always be drawn to me. God made women to be a help-mate for men. I
can’t help a man if he can’t help himself.”

When she finished her spill, she looked at him.

He sat there with a puzzled look on his face. He said, “You are asking a
lot.”

She replied, “I’m worth a lot”.

Samaaaa.. gw juga gituuuuu..

Teman : “Eh itu ganteng!”
vania   : “Ooooooh”
Teman : “Ganteng tauuuu!”
vania   : “Iya ganteng.”
Teman : “Ah lo payah!’
vania   : “eh eeeeh! Kenapa gw payah?”
Teman : “Lo sukanya cowo yang kyk apa sih?”
vania   : “Yang baik hatinya.”
Teman : “Ya iyaaaaaa laaaaaaaaaaah… Semua orang juga suka yang kyk gitu kali.”
vania   : “Tapi sayang sedikit yang kayak gitu. Orang baik karena ada maunya sama orang baik hatinya beda loh!”
Teman : “Bener juga! Tapi masa itu doang?”
vania   : “Hmmm… Yauda lah ga usah pake kriteria. Semua orang itu unik. Biar nantinya gw suka sm dia karena ya suka dia ga pake tapi tapi.”
Teman : “Harusnya sih begitu.”
vania   : “Makanya gw ga mau nyari. Karena gw ga tau apa yang gw cari. Hahahaha…”

Hahahahaha..





senang riang

25 06 2009

(backsound)
“papa ga pulaaaaang beybeh
papa ga bawa uaaaang beybeh”

Kecewa2 apaaaaaa coba gw kemaren?? Ternyata bukan kecewa. Tapi stress. Stress karena mau bimbingan. Habis kalo dipikir2 sebenarnya gw udah tau dia begitu. Kenapa juga masih kecewa??

Gimana gak stress? TA ga disentuh selama sebulan. Sempet lupa syntax2 c#. Ga bimbingan sebulan sementara yang lain tiap minggu. *pingsan!

Setelah bimbingan barusan rasanya legaaaaaaa banget. Senang riang gitu deyh! Yaaaaah walaupun….

Pak Yogi : “Kamu vania, kan?”
Vania     : “Iya, Pak!”
Pak Yogi : “Gimana?”
Vania     : “Ini pak udah jadi.” (percaya diri)
Vania     : (menjalan program)
Pak Yogi : “Mana? Ini dimasukkin kan permintaannya?”
Vania     : “Iya, Pak! Abis itu keluar deh hasilnya. Kalau animasi button diklik, keliatan animasinya.”
Pak Yogi : “Hmmm.. Ya sudah oke!”
Vania     : “Loh loh? Kok ke situ animasinya? Loh? Kan lebih deket ke sini. Wah ternyata masih belum optimal, Pak!”
Pak Yogi : (Ketawa) “Yasudah dibenerin lagi.”

Haduh bikin malu. Tapi yang bikin gw lega adalah…

Pak Yogi : “Oke. Menurut saya ini sudah oke.”
Vania     : “Terus pak kalau simulasinya…”
Pak Yogi : “Oh enggak. Gak usah itu. Menurut saya ini sudah oke.”
Vania    : (Ngomong dalam hati : Yaaaaah.. Ngapain gw tadi malam bikin simulasi sampe jam 3 pagi)
Vania     : “Oh gitu. Hmm.. Oya maaf ya pak saya lama gak bimbingan.. Baru sekarang bimbingan lagi.”
Pak Yogi : “Ah, tiada maaf bagimu!”
Vania     : “Yah, paaaaaak!”

Senaaaaaang.. Trus sekarang benerin algoritma sama cari litertur deh. Tapi bukan brarti beres. Besok masih harus ke pak Senator. Siapa tau pak Senator maunya beda. Siapa tau yang gw kerjain ga sesuai sama yang diminta. Ayo ayo semangaaaaaat!! Mengejar cita2 menjadi wanita cantik dan sukses. Cihuy!

Nyanyi lagi aaaaah..

“papa ga pulaaaaang beybeh
papa ga bawa uaaaang beybeh”





ku ingin marah

24 06 2009

(backsound)
“ku ingin marah melampiaskan tapi ku hanyalah sendiri di sini
ingin kutunjukkan pada siapa saja yang ada bahwa hatiku kecewaaaaa”

pengen maraaaaaah!!

dia ternyata mengecewakan

hatiku kecewa





bintangku tinggi sekali (part 2)

23 06 2009

bintangku..

sesungguhnya

aku masih dapat bersinar tanpamu

aku tak memerlukanmu untuk bersinar

tapi bila kau sungguh hadir

bila kau ingin menemaniku

aku akan meredup

untuk merasakan sinarmu

sinari aku..