Kriiiiiiiiiiiiiiiiiiiing!!
Suara alarm kebakaran berdering. Semua orang yang berada di dalam ruangan kantor ribut. Bukan karena kebakaran. Justru tak satupun mendengar alarm tersebut. Semua sibuk dengan urusan masing-masing. Gw pun sibuk dengan urusan gw sendiri. Sok sibuk sebenarnya. Sampai akhirnya ada juga satu orang sadar akan adanya suara alarm.
“Eh bunyi apa itu?”
“Ha? Oh iya.”
“Kebakaran ya?”
“Kebakaran atau latian?”
“Latian kok!”
Di saat gw bingung harus ngapain, datanglah sekelompok orang berseragam yang masuk dengan heboh. Dengan wajah serius ia berkata dengan nada panik.
“Semua harus turun ke bawah! Ada kebakaran.”
“Beneran, Pak?”
“Iya ada kebakaran di lantai 9.”
“Bukan latihan, Pak?”
“Beneran, Bu! Ada kebakaran di lantai 9.”
Setelah diyakinkan oleh sekelompok orang berseragam itu, salah satu orang kantor masuk ke dalam ruangan untuk memberitahu kalau kebakaran itu benar adanya. Bukan latihan. Tapi salah satu orang kantor berkata lain.
“Itu latihan kok!”
“Beneran, bu?”
“Iya.”
“Jadi gimana? Harus turun?”
“Nggak usah! Tutup pintu aja biar nggak disuruh turun.”
“Tapi katanya kebakaran beneran.”
“Enggak! Ada kok suratnya. Coba pak cari suratnya. Emang cuma ditujukan ke chairman aja.”
“Emang ada, bu?”
“Ada! Coba dicari cepet dicari.”
Suasan di dalam ruangan menjadi lebih heboh lagi. Ada yang sibuk mencari surat, ada sibuk membereskan barang, ada yang sibuk nanya-nanya, ada yang ketawa geli, ada yang bingun mau ngapain, ada yang sibuk meeting, dan ada yang tetap sibuk dengan urusannya kantor. Gw? Gw menatap orang-orang dengan heran sambil senyum-senyum.
“Jadi gimana nih? Harus turun nih? Pake panik ga?”
“Mana suratnya? Ayo cepet dicari! Ketemu nggak?”
“Yauda deh gw turun aja.”
“Loh? Mau kemana? Kok dibawa semua?”
“Kan mau evakuasi.”
Sekelompok orang berseragam itu datang lagi. Kali ini lebih banyak.
“Turun lewat tangga ya!”
“Haaaa? Lewat tangga?”
“Ini lantai 10 eeeeeh.”
“Beneran atau latian sih pak?”
“Bener, Bu! Ada kebakaran di lantai 10.”
“Trus perlu bawa tas nggak?
“Nggak usah! Tinggal aja tasnya.”
“Eeeeeeeeh..”
Semua orang kantor akhirnya percaya kalau evakuasi itu cuma latihan. Akhirnya semua memutuskan untuk tetap berada di ruangan. Kecuali..
“Ah gw turun aja ah! Sapa tau beneran!”
“Iya ah turun aja.”
Dan gw mengambil tas.
“Ikut turun aaaaaaaah! Seruuuuuu! Hihihhihhi..”
(Bersambung)
Recent Comments